Rabu, 01 Juni 2016

GANDA

Aku adalah karang yang bisa saja berlubang karena hantaman badai
Aku adalah malam yang bisa menina-bobo kan tiap kantung mata kelam
Aku adalah pagi yang mampu menghangatkan dinginnya hati
Aku adalah sore yang menyelinap menyejukkan segala ruam
Aku adalah angin, menyapa pipi lembut dan bercerita melalui tirai
Aku adalah air, mengalir bebas tak pedulikan segala gumam
Aku bisa menjadi aku, aku juga bisa menjadi kamu..

Namun di titik nadir aku harus bisa bertanya..
Tetapkah aku menjadi seorang wanita?
Masihkah aku bisa merasa?
Wanita kah aku?
Atau aku kah wanita?
Ku buka jendela yang menyajikan hawa dingin dan diam
Ku hirup pelan... aku hidup.
Aku adalah tulang yang berbalut kulit, berdiri tegak,
Sujudkan kening dan bersimpuh ampun..


Jumat, 27 Mei 2016

DIORAMA HATI

Hati.. aku jarang membicarakannya
Bahkan akhir akhir ini tak ku kunjungi ia
Bagaimana keberadaannya, bagaimana atmosfirnya.
Sengaja ku biarkan berdebu untuk sementara,
Agar saat ku kembali, aku tau maksud hati.
Hati.. aku jarang menyentuhnya
Bahkan belakangan ini tak ku rasakan getarannya
Bagaimana gelombang asa nya, bagaimana daun pintu nya.
Sampai aku terkecoh dengan ketidak tahuanku sendiri
Bahwa ternyata selama ini aku sudah main hati
Aku sudah mencoba mengoyak bungkusan yang ku tutup rapih
Dan hasilnya mengejutkanku, mengejutkan dada ku..
Aku masih belum bijaksana dalam menentukan arah
Haruskah ku lari ke hutan lalu berteriak marah,
Atau pergi ke gunung lalu tertegun merenung,
Luar biasanya hati sampai aku tak mengerti,
Bagaimana ia bekerja dan terus bekerja selama nafas ku masih ada
Bagaimana ia kembali merangkak dan membuka tabir jiwaku
Mencoba menyusup tanpa izin sang empu..
Hati.. bisakah kau mengerti sebentar saja?
Bahwa aku butuh catatan kosong di relung dada
Bukan seperti ini yang aku mau, bukan seperti ini yang aku rindu..
Karena aku yakin kau mengerti dengan baik apa yang telah ku sentuh,
Apa yang ku rengkuh, dan apa yang akhirnya terlepas dari jemariku..
Biarkan aku berjalan dulu sendiri, duhai hati..
Jangan kau ganggu aku dengan tipu daya mu, naluri mu.

Aku masih rapuh, rapuh bahkan untuk menertawakan diriku sendiri..

Rabu, 13 April 2016

KINI

Kini aku mengerti
Bahwa kedewasaan tak terukur dan tak berumur
Perlu terus diasah, sekaligus diterpa..
Aku sedikit tergelitik untuk bertanya
Apa yang kini menggelayut dalam dada?
Masih belum teraba

Kini aku pahami
Jurang perang tak lagi berkobar
Perang jiwa yang selama ini aku dan kau nyalakan, terang terangan..
Dan aku pun mengerti yang tersisa hanya memoar
Dan gugusan rindu bertepuk ragu

Perjalanan ini sudah tertoreh manis, dara
Tak perlu diusik lagi, apalagi untuk dibuka lagi
Apa yang telah usai jadilah buku baru
Untuk dipelajari di usia nanti
Di usia ketika jiwa siap akan segalanya
Siap menerkam, siap diterkam

Siap terluka, siap sampaikan salam pisah..

Rabu, 23 Maret 2016

ANGKUH

Angkuh.. aku angkuh mengakui malu,
Mengakui aku pernah tersipu
Sajak saja tak cukup merayu..
Angkuh.. aku angkuh merasakan rindu
Peluh menari pun tak kunjung teduh
Disaat aku paham betul bahwa aku terpanah,
Aku malah tertawa angkuh bak raja
Angkuh.. hebatkah rasa ini?
Lalu bagaimana mungkin aku mengusirnya?
Sedangkan aku butuh penopang dada,
Sedangkan aku butuh peneduh duka,
Sedangkan aku butuh pelebur dendam,
Berkelebat di bulir bulir malam..
Aku dendam kepada temaram
Ia selalu membawa ku melayang ke tempat ku kelam

Berlari menepi tinggalkan cerita dan ironi..

Rabu, 02 Maret 2016

PENAT



Deru beru dunia aku dengar, bingar pasar terkalahkan zaman
Orang-orang berjalan terdiam,
Menanti apa yang entah dinanti, mengubur misteri
Orang orang berjalan tersungkur,
Memohon waktu agar terhenti sebentar saja
Dan waktu tertawa sampai keluarlah sang air mata
Dunia, bisiknya..
Haruskah aku berjalan  menepi? Agar aku  tau apa arti duri
Ada batu dibalik tirai, gunakan saja untuk melempar cerita..
Orang-orang siapkan belati , haruskah aku ikuti?
Penat.. aku penat dalam jaring kepenatan
Jalanan ramai akan titik nokta dan kenangan
Diinjak-injak oleh pendosa dan pebertahan..
Salah siapa?
Masihkah malam sudi menyapa ruang..
Masihkah siang sudi tersenyum senang..
Aku menyulam penat dalam jala pekat
Jangan coba meraba, aku jalang hanya ada di jiwa!
Bukan di dada maupun rupa.

DOPPING

Have to tell something, even ashamed..
I keen on your smile
Have to tell something, even doubt..
I love your eyes
All I feel is growing like a dopping
You are who you are,
You don't change like a liar,
No flirting, but I'm flashing
Words less, but still amaze..
You are who you are,
Crazy and creeping this heart.

Have to tell you're all I want, even funny..
I want to be a part of your life,
I want to share tears each other,
I want to learn laughing in pain just like you..

Can we talk for a while?
With a cup of black coffee in the lights?
I gaze on you, you gaze on me
In quiet, we feel love gobbled in the eve' middle..

Kamis, 04 Februari 2016

TERJERAT

Cinta memang seperti itu,
Selalu dan selalu selayaknya itu.
Seperti pasir di pantai lepas
Kemudian hingar bingar terbakar bebas
Menjadi abu tak berarti,
Menyulam diri tak bertepi

Arahkan saja pandanganmu ke barat
Mungkin kau 'kan temukan segudang cinta berkarat,
Cinta tak bertuan, melodia, dan guratan

Cinta memang seperti itu,
Selalu dan selalu seperti itu
Kau berlari belum pasti terengkuh,
Kau berjalan belum pasti mengaduh
Dan bintang yg tersisa bersusah payah,
berkumpul bersama bangkitkan cahaya
Salahkah ?