Anggun terpaku menunggu waktu berputar
Duduk manis melakoni sandiwara, hingar binar
Gugusan pelangi pun tersenyum, biarkan saja ia berjalan,
Menelusuri cakrawala dunia yang berbulir bahagia atau air
mata
Aku tak peduli.. pikirnya..
Wanita berjalan menghadapi kenangan, wanita berlari
menghadapi kenyataan
Wanita tertawa puas merasakan dosa,
Karena memang iblis menyukai jalan sucinya wanita..
Terhitung jari bagi mereka yang sujud di keheningan malam
dan lirih
Merintih perih di keheningan diri,
Wanita dan dosa, ataukah dosa dan wanita?
Aku tak peduli.. pikirnya..
Ragu berpadu satu menuju jiwa, wanita..
Disaat cinta ia merona, disaat terluka ia meronta
Matahari tak kunjung menyinari, namun bulan bersaksi di
peraduan
Untuk hidup penuh warna dari buku cerita,
Mimpi mimpi meski berpeluh
Wanita dan dosa, ataukah dosa dan wanita?
Menghirup nafsu diri bersama sedu sedan, mengutuk diri
bagaikan tak berarti
Dunia memang indah dan ia pun menjadi durjana..
Biarkan saja... lupakan saja...
Eloknya misteri takkan tercipta begitu saja, atau berlalu
tak berguna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar